Mulai awal pekan kemarin, jumlah kelas sekolah yang diliburkan akibat pandemi Influenza di daerah Hanshin (Osaka, Kobe dan Hyogo) mulai menurun. Hal ini diketahui dari hasil wawancara yang dilakukan kepada dewan pendidikan di setiap kota di daerah tersebut. Daerah yang relatif banyak terkena dampak pandemi Influenza mencapai puncaknya pada akhir bulan Oktober 2009. Setelah itu mengalami penurunan drastis. Pada 26 Oktober yang lalu, sebanyak 119 kelas sekolah yang diliburkan di Amagasaki. Jumlah ini menurun jauh hingga tinggal 10 kelas sekolah pada 16 November 2009. Dengan hasil ini, banyak pihak yang menyarankan untuk menurunkan standar kelas sekolah yang diliburkan akibat pandemi Influenza, namun petugas kota memperingatkan jumlah pasien akibat pandemi Influenza memang sudah menurun, tetapi masih lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Demikian pula terjadi di kota-kota lainnya seperti Itami, Nishinomiya, Takarazuka, Kawanishi dan Sanda. Tanggal 26 Oktober 2009 yang lalu jumlah kelas sekolah yang diliburkan akibat pandemi Influenza mencapai puncaknya, namun sejak awal bulan November 2009 ini, mulai mengalami penurunan. Di Nishinomiya, pada tanggal 26 Oktober 2009 yang lalu sebanyak 77 kelas sekolah diliburkan karena pandemi Influenza, namun memasuki bulan November 2009 mengalami penurunan hingga separuhnya. Pada tanggal 16 November 2009, tinggal 25 kelas sekolah yang masih diliburkan akibat pandemi Influenza. Di Sanda, pada saat puncaknya, sebanyak 98 kelas sekolah diliburkan karena pandemi Influenza, namun tanggal 16 November 2009 jumlahnya menurun hingga tinggal 11 kelas sekolah saja. Di Ashiya, jumlah kelas sekolah yang diliburkan akibat pandemi Influenza mencapai puncaknya pada 9 November 2009 sebanyak 17 kelas sekolah. Setelah itu seperti daerah lainnya mengalami penurunan. Tanggal 16 November 2009, tinggal 3 kelas sekolah saja yang masih diliburkan karena pandemi Influenza.
Dengan kondisi seperti ini, dewan pendidikan kota Amagasaki menyimpulkan bahwa pandemi Influenza telah mencapai puncaknya bulan Oktober 2009 yang lalu dan telah mengalami penurunan. Sejauh ini, standar yang digunakan adalah kelas sekolah akan diliburkan selama 7 hari jika jumlah pasien mencapai lebih dari 10%. Namun mulai 16 November 2009, standar ini akan diturunkan menjadi kelas sekolah akan diliburkan selama 5 hari jika jumlah pasien mencapai lebih dari 15%. Dengan perubahan ini dapat diartikan bahwa resiko penularan pandemi Influenza masih relatif kuat, namun kasus penderita Influenza berat relatif lebih sedikit.
Namun, resiko penularan pandemi Influenza bukan hilang sama sekali, termasuk terhadap orang dewasa. Pemerintah kota mengingatkan kepada warganya agar tetap waspada dan meningkatkan tindakan pencegahan, karena saat ini baru akan memasuki musim Influenza tahunan.
Sumber:
http://mainichi.jp/area/hyogo/news/20091118ddlk28040337000c.html

