Tim Jepang boleh kalah, wasit asal Jepang tetap bertahan Wasit asal Jepang, wasit utama Nishimura Yuichi (38) dan wasit cadangan Sagara Toru (34) memimpin pertandingan perempat final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan antara Belanda melawan Brasil pada tanggal 2 Juli 2010. Mereka berdua berperan sebagai wasit di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dan kiprahnya diharapkan bisa mewakili tim Jepang yang sudah kalah di babak kedua.

Olahraga sepakbola sangat dipengaruhi oleh peluit wasit dan bendera hakim garis. Di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan ini, kesalahan keputusan wasit pada pertandingan Jerman melawan Inggris dan Argentina melawan Meksiko telah menjadi masalah sehingga keputusan wasit saat ini lebih banyak mendapatkan sorotan dibandingkan sebelumnya.

Wasit di kedua pertandingan itu telah dibebastugaskan dari tanggung jawab sebagai wasit dalam babak perempat final hingga final, sehingga tinggal menyisakan 19 pasang wasit, diantaranya adalah Nishimura.

Alasan Nishimura untuk memutuskan ingin menjadi wasit juga karena kesalahan keputusan wasit. Pada waktu masih SMA, tim sepakbola junior yang dipimpinnya menderita kekalahan karena kesalahan keputusan wasit. Akhirnya ia berkeinginan untuk menjadi wasit agar dapat menjaga impian anak-anak. Jika ada waktu, ia menyempatkan diri mengunjungi tim sepakbola di daerah asalnya dan memimpin pertandingan saat latihan.

Kadang kala, ia menasihati anak-anak yang diberikan kartu merah untuk dapat berhati-hati dalam pertandingan lainnya, bahkan sampai menangis bersama mereka. Salah satu pelatih sepakbola Nishimura yang mengajarkan sepakbola kepadanya saat masih SD dan SMP, Nakamura Junichi (47) menilai Nishimura sebagai wasit yang tegas, namun selalu menindaklanjuti semua keputusannya.

Sumber :

http://www.chunichi.co.jp/s/article/2010070201000042.html