
Sejak tahun 2006, aktivitas meteor Orion mulai meningkat, dan sejak pertengahan hingga akhir bulan Oktober 2009 bisa dilihat. Pada saat-saat tertentu diperkirakan dalam 1 jam bisa terlihat 40 – 50 hujan meteor. Tanggal 18 Oktober 2009 adalah bulan baru, pengaruh sinar bulan sangat sedikit sehingga menjadi kondisi yang sempurna untuk melihat hujan meteor. Aktivitas meteor Orion baru akan terjadi 70 tahun lagi, sehingga Pusat Observasi Astronomi Jepang di Mitaka, Tokyo, mulai melakukan kampanye pengamatan hujan meteor pada saat puncak selama 4 malam antara tanggal 19 Oktober 2009 tengah malam hingga tanggal 23 Oktober 2009 di seluruh Jepang melalui internet.
Hujan meteor Orion terjadi karena rotasi bumi memotong segerombolan debu dari ekor Komet Halley sehingga sebagian debu itu akan jatuh ke bumi dan terbakar pada saat bergesekan dengan atmosfir bumi. Dalam kondisi normal dalam 1 jam terjadi sekitar 20 hujan meteor, tetapi sejak tahun 2006 jumlahnya naik menjadi lebih dari 50 hujan meteor per jam. Menurut analis, tahun ini bumi memotong segerombolan debu dari Komet Halley yang lebih besar dibandingkan dengan 3.000 tahun lalu.
Aktivitas meteor Orion akan berlangsung hingga tahun 2010, tetapi Observatorium Astronomi Jepang mengatakan “Tahun ini adalah kesempatan terakhir dan yang paling baik untuk melihat hujan meteor Orion.” Hujan meteor Orion bisa disaksikan antara jam 10 malam hingga pagi hari.
http://dailynews.yahoo.co.jp/photograph/pickup/?1256177083
http://mainichi.jp/select/wadai/news/20091019k0000m040053000c.html?inb=yt
Berita terkait:
- Hujan salju di musim semi, wilayah Tohoku dan Kanto Koshin sampai dengan akhir April 2010
- Salju di musim semi, di Gotenba 17 cm, di Shizuoka hujan es
- Rasio utang per kapita Jepang per September 2009 mencapai 6,7 juta yen, rekor tertinggi dalam sejarah
- Hujan salju paling lambat di kota-kota besar Jepang
- Kobe Luminarie 2009 – Pelukan Cahaya