Jepang gagal maju ke perempat final setelah dikalahkan Paraguay lewat drama adu penalti

0 0

 Piala Dunia 2010 Afrika Selatan hari ke-19 memainkan partai babak kedua antara juara grup F Paraguay melawan runner up grup E Jepang pada tanggal 29 Juni 2010. Setelah melewati 90 menit waktu normal dan 30 menit perpanjangan waktu skor tetap kacamata 0-0, sehingga untuk menentukan pemenangnya dilanjutkan dengan adu penalti. Jepang akhirnya gagal melaju ke babak perempat final setelah kalah 3-5 lewat drama adu penalti.

Jepang pada babak pertama menit ke 22 sempat mempunyai peluang lewat tendangan Matsui (Grenoble), namun hanya mengenai mistar gawang. Di bawah mistar gawang Jepang, penjaga gawang Kawashima (Kawasaki) beberapa kali berhasil menyelamatkan gawang Jepang dari kebobolan. Pada babak adu penalti, 5 orang eksekutor Paraguay berhasil mencetak gol, sedangkan eksekutor ke 3 Jepang, Komano (Iwata) gagal mencetak gol setelah tendangannya mengenai mistar gawang.

Jepang gagal maju ke perempat final setelah dikalahkan Paraguay lewat drama adu penaltiSementara itu, juara grup H Spanyol berhasil mengalahkan runner up grup G Portugal 1-0 lewat gol yang dicetak oleh Villa. Gol ini sekaligus membuka peluangnya menjadi pencetak gol terbanyak dengan 4 gol. Dengan kemenangan ini, Spanyol berhasil maju ke perempat final dan akan menantang Paraguay pada tanggal 3 Juli 2010.

Babak perempat final akan dimulai pada tanggal 2 Juli 2010 setelah libur 2 hari.

Para pemain Jepang yang berjejer di tengah lapangan terlihat pasrah saat pemain terakhir Paraguay yang mengeksekusi penalti berhasil membuat gol ke gawang Jepang. Komano yang gagal mengeksekusi penaltinya terlihat menangis, penjaga gawang Jepang Kawashima yang gagal menghentikan penalti Paraguay juga berlinang air mata. Itulah situasi yang terjadi di lapangan sesaat setelah Jepang gagal mewujudkan impiannya untuk maju ke perempat final Piala Dunia untuk yang pertama kalinya.

Pelatih Jepang, Okada mengatakan para pemain Jepang bangga bisa mewakili Asia dan berjuang hingga akhir pertandingan. Tanggung jawab saya sebagai pelatih yang tidak bisa memenangkan pertandingan itu.

Titik balik permainan Jepang terjadi pada menit ke-20 babak kedua, saat Okazaki masuk menggantikan Matsui. 6 menit kemudian, Okazaki menerima umpan dari Honda di depang gawang Paraguay dan berhasil lolos ke sebelah kanan pertahanan Paraguay. Namun tendangannya berhasil dihalau oleh bek Paraguay. Kemudian pada menit ke-36, Nakamura Kengo berhasil menciptakan peluang. Satu menit kemudian, giliran Nagatomo yang memberikan umpan ke depan gawang setelah menerima passing dari Nakamura Kengo, namun Okubo yang menerima umpan di depan gawang Paraguay gagal mencetak gol.

Selanjutnya di perpanjangan waktu babak kedua, pelatih Jepang memasukkan Tamada. Semua pergantian pemain adalah strategi saya untuk mencetak gol, katanya. Namun, walaupun berhasil menciptakan beberapa peluang, pemain Jepang gagal mendobrak pertahanan Paraguay hingga perpanjangan waktu selesai.

Sebelum adu tendangan penalti, pelatih Okada kepada anak buahnya mengatakan, meskipun kita gagal memenangkan pertandingan hingga perpanjangan waktu, mari kita memenangkannya lewat adu penalti. Namun keberuntungan berbicara lain. Meskipun pemain-pemain telah berjuang mati-matian, dewi keberuntungan tidak berpihak kepada mereka.

Pelatih Jepang, Okada merasa ia sendiri sepertinya merasa kurang terobsesi untuk menang sehingga gagal memenangkan pertandingan. Targetnya untuk lolos ke perempat final untuk pertama kalinya dan target besarnya sendiri untuk lolos ke semifinal harus berakhir di depan pemain-pemain Amerika Latin.

Sumber :

http://www.tokyo-np.co.jp/article/sports/news/CK2010063002000199.html

puramono

View all contributions by puramono

Website: http://www.beritajepang.com

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.