Jumlah penumpang di Bandara Shizuoka dalam setahun tidak mencapai setengah dari target awal

 Tanggal 4 Juni 2010, Bandara Shizuoka merayakan ulang tahunnya yang pertama. Jumlah penumpang yang menggunakan bandara Shizuoka selama setahun itu hanya mencapai 610 ribu orang, kurang dari setengah target awal. Namun, beberapa maskapai penerbangan asing mempunyai harapan atas bandara Shizuoka sebagai bandara yang letaknya dekat dengan kota metropolitan Tokyo.

Penerbangan charter asal Taiwan mencapai lebih dari 100 penerbangan, mendekati jumlah penerbangan reguler. Bahkan penerbangan charter ini sampai ke Thailand dan Swiss.

Jumlah penumpang di Bandara Shizuka dalam setahun tidak mencapai setengah dari target awalUntuk penerbangan reguler, penerbangan domestik dilayani oleh 2 maskapai dengan 6 rute penerbangan, sedangkan penerbangan internasional dilayani oleh 3 maskapai dengan 2 rute penerbangan. Selain itu, dalam setahun ini, ada 186 penerbangan charter dengan 112 penerbangan diantaranya merupakan penerbangan ke Taiwan.

Menurut maskapai penerbangan ternama asal Taiwan, China Airlines yang tahun lalu melayanai 67 penerbangan, jumlah ini merupakan urutan ketiga penerbangan ke Jepang setelah penerbangan ke bandara Asahikawa yang dekat dengan tempat wisata kebun binatang Asahiyama dan bandara Toyama yang dekat dengan tempat wisata Kurobe Tateyama Alpen.

Kepopuleran bandara Shizuoka terhadap maskapai penerbangan asing dilandasi oleh adanya tempat wisata gunung Fuji dan dekat dengan wisata kota Tokyo.

Ada banyak sekali tempat wisata di gunung Fuji. Selain itu, letaknya yang dekat dengan kota metropolitan Tokyo dan fasilitas kereta peluru Shinkansen dan jalan tol menambah kepopuleran bandara Shizuoka. Pada saat bandara Shizuoka dibuka bulan Juni 2009, ada salah satu maskapai penerbangan murah asal Malaysia yang tertarik untuk membuka rute penerbangan ke Shizuoka.

Selain itu, pada saat itu juga ada beberapa maskapai penerbangan asal Srilanka, Mongol, Vietnam dan beberapa negara lainnya yang menyatakan tertarik untuk membuka rute penerbangan ke Shizuoka. Namun, akibat dari resesi global setelah itu, maskapai-maskapai tersebut gagal merealisasikan keinginan tersebut.

Menurut seorang pengamat penerbangan mengatakan bahwa kebanyakan maskapai penerbangan asing merasakan keterbatasan membuka rute penerbangan ke bandara Narita dan Haneda, sehingga perhatiannya tertuju pada bandara Shizuoka yang letaknya dekat dengan kota metropolitan Tokyo.

Beberapa usaha untuk menarik wisatawan asing dengan bekerja sama dengan beberapa bandara lainnya membuat paket wisata telah dilakukan.

Tanggal 9 – 14 Mei 2010 yang lalu, ada 1 maskapai penerbangan asal bagian timur China yang membawa 33 wisatawan asal Shanghai mendarat di Jepang melalui bandara Komatsu di Ishikawa. Setelah mengunjungi beberapa tempat wisata, mereka pulang ke China melalui bandara Shizuoka.

Namun, untuk memperluas maskapai penerbangan asing untuk membuat rute penerbangan ke bandara Shizuoka juga mempunyai kendala. Bandara Shizuoka hanya mempunyai 2 tempat parkir pesawat untuk penerbangan internasional. Kedua tempat ini dari jam 10 pagi hingga jam 2 siang setiap harinya harus melayani rute penerbangan reguler ke Seoul dan Shanghai. Selain itu, penggunaan 5 tempat parkir pesawat termasuk penerbangan domestik terkonsentrasi pada jam-jam tertentu saja.

Menurut manajer cabang maskapai penerbangan Korean Air, jadwal penerbangannya sulit disusun jika harus mendarat di sore hari.

Dalam 2 tahun kedepan, pemerintah menginvestasikan sekitar 640 juta yen untuk membangun apron yang baru di sisi barat bandara Shizuoka. Dengan begitu, akan ada penambahan 3 tempat parkir pesawat yang baru, sehingga diharapkan dapat memenuhi permintaan penerbangan.

Sumber :

http://www.chunichi.co.jp/article/shizuoka/20100604/CK2010060402000165.html

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *