Pemerintah daerah Kita Kyushu pada tanggal 18 Juni 2010 merilis telah menemukan 46 ekor katak yang hanya mempunyai 1 kaki belakang sebelah kiri (kaki belakang sebelah kanan tidak ada) di sungai Itabitsu, Takami, Yahata Higashi. Penyebabnya belum diketahui, namun para ahli akan menyelidiki penyebab terjadinya fenomena ini pada awal bulan Juli 2010.
Pada tanggal 8 Mei 2010, Pemerintah daerah Kita Kyushu menerima laporan dari warganya yang telah menemukan katak tanpa kaki di sungai Itabitsu. Setelah itu selama 4 hari, pemerintah daerah mengambil sampel 97 ekor katak dari daerah itu. Hasilnya 46 ekor diantaranya tidak mempunyai salah satu kaki belakang. Pemerintah daerah menyatakan bahwa mereka belum pernah mendengar ada fenomena seperti ini yang ditemukan terpusat di satu tempat saja di seluruh Jepang.
Jenis katak ini mempunyai habitat hidup di seluruh wilayah Jepang, dan besarnya paling besar dapat mencapai 6 cm. Selama musim dingin, katak ini berwujud kecebong dan di musim semi baru tumbuh kakinya. 46 katak yang ditemukan kali ini merupakan katak-katak muda yang baru musim semi tahun ini tumbuh kakinya dengan besar sekitar 2-3 cm.
Pemerintah daerah mengambil sampel lumpur dan air sungai untuk memeriksa kemungkinan pencemaran zat beracun dan berbahaya, namun sampai saat ini belum ditemukan zat-zat beracun dan berbahaya. Sungai tempat penemuan katak-katak ini telah ditutup untuk umum sampai dengan diputuskan tidak ada zat-zat beracun dan berbahaya disekitarnya.
Menurut seorang ilmuwan dari Universitas Kyushu, penemuan katak yang cacat banyak dilaporkan di seluruh dunia dan penyebabnya pun beragam, seperti parasit, zat-zat beracun dan berbahaya, genetika atau sinar ultraviolet.
Sumber :
