Perang penjualan produk Valentine di pusat perbelanjaan
Pusat-pusat perbelanjaan di kota Tokyo mulai memasuki puncak persaingan penjualan produk untuk hari raya Valentine. Tahun ini diperkirakan permintaan hadiah coklat untuk rekan kerja akan menurun disebabkan oleh hari raya Valentine yang jatuh pada hari Minggu dan kebutuhan untuk berhemat. Oleh sebab itu, kreativitas variasi produk-produk coklat ungulan dari luar negeri maupun lokal semakin beragam untuk meningkatkan minat konsumen untuk membelinya.
Pusat perbelanjaan Mitsukoshi menjual coklat asli dengan image tokoh sejarah Sakamoto Ryoma dan beberapa tokoh sejarah lainnya berisi 8 buah coklat seharga 1.050 yen bagi konsumen wanita pencinta sejarah. Coklat Sakamoto Ryoma menggunakan bahan sake Jepang yang berasal dari Kochi, sedangkan coklat Saigo Takamori menggunakan bahan Imo Shochu yang berasal dari Kagoshima. Menurut Mitsukoshi cabang Nihonbashi, memilih coklat sesuai dengan image seseorang yang akan diberikan hadiah itu juga merupakan seni tersendiri.
Selain produk coklat, Pusat perbelanjaan Matsuya di Ginza juga menjual produk permen lokal Jepang sebagai hadiah Valentine. Dibandingkan dengan tahun lalu, produk yang dijual 30% lebih banyak, sekitar 50 jenis produk. Matsuya juga bekerja sama dengan toko-toko aksesoris di sekitar daerah itu dengan menjual paket-paket Valentine.
Sumber :
http://www.toonippo.co.jp/news_kyo/news/20100206010003491.asp









Leave your response!