Pada tanggal 12 Juni 2010, Angkatan Laut Jepang yang berbasis di Hanshin meledakkan sebuah ranjau peninggalan perang dunia kedua yang ditemukan pada bulan Mei yang lalu di perairan pelabuhan Kobe.
Pada jam 10:55 siang hari, saat ranjau itu diledakkan terdengar suara keras dan permukaan laut terpancar hingga menimbulkan sebuah menara air dengan tinggi sekitar 80 meter dan lebar sekitar 50 meter, disertai dengan tanah hitam yang berasal dari dasar laut.
Ranjau yang diledakkan berbentuk silinder dengan diameter sekitar 40 cm dan panjang sekitar 1,7 meter. Untuk menjamin keamanan rute pelayaran, ranjau itu dipindahkan dari tempat penemuannya ke sekitar 600 meter sebelah timur laut pulau buatan Rokko Island. Sampai dengan peledakan selesai dilakukan, segala macam aktivitas pelayaran dalam radius 600 meter disekitarnya dilarang.
Ranjau ini ditemukan dalam proses survei magnetik dasar laut untuk pembangunan jalur pelayaran kapal berbobot tonase besar. Sesaat setelah penjaga pantai Kobe menerima laporan ditemukannya ranjau tersebut, mereka mengeluarkan peringatan terhadap semua aktivitas pelayaran di daerah tempat penemuan ranjau tersebut.
Sumber :
http://www.tokyo-np.co.jp/s/article/2010061201000271.html
Berita terkait:
- Kobe Luminarie 2009 – Pelukan Cahaya
- Akibat tsunami gempa Chili, kota pelabuhan tenggelam, fasilitas perikanan rusak terbawa arus
- Cina merebut posisi PDB terbesar kedua di dunia dari tangan Jepang
- Jepang maju ke babak kedua Piala Dunia 2010 Afrika Selatan setelah kalahkan Denmark 3-1
- Piala Dunia 2010 Jepang masuk Grup E