Akibat dari aliran udara dingin yang cukup kuat, Shizuoka bagian timur mengalami hujan salju di musim semi pada tanggal 29 Maret 2010 yang lalu. Di Gotenba, penumpukan salju mencapai 17 cm. Hujan salju ini merupakan hujan salju yang paling lambat sejak tahun 1941.
Di pusat kota Gotenba terlihat banyak warga yang sedang membersihkan salju dari atap dan kaca mobil. Salah seorang pegawai kota Gotenba mengatakan ia tidak ingat kapan terakhir kali hujan salju turun di bulan Maret. Mungkin 20 sampai 30 tahun yang lalu, katanya sambil sedikit terkejut dengan turunnya salju di Gotenba.
Di Shizuoka terjadi hujan salju bercampur dengan hujan es. Tidak sedikit warga yang sedang berbelanja berteduh di bawah atap-atap gedung. Hasumi Keiko (38 tahun), seorang pegawai swasta di Mishima yang ingin pergi wisata hanami melihat bunga sakura mengatakan jika terkena hujan salju bercampur hujan es sepertinya sakit sekali. Padahal ia telah mengambil cuti untuk jalan-jalan, katanya sambil menyesal.
Menurut kepolisian Gotenba, di Gotenba dan Oyama telah terjadi sedikitnya 55 kecelakaan akibat jalan licin dan slip dengan 7 orang luka-luka. Pada hari itu hingga jam 11 malam, jalan Hakone Skyline dan 10 jalan lainnya ditutup karena hujan salju. Sementara itu jalan raya no 138, 246 dan 43 jalan lainnya diberlakukan aturan penggunaan rantai di ban untuk mencegah slip.
Sumber :
http://www.chunichi.co.jp/article/shizuoka/20100330/CK2010033002000153.html
Berita terkait:
- Hujan salju di musim semi, wilayah Tohoku dan Kanto Koshin sampai dengan akhir April 2010
- Hujan salju paling lambat di kota-kota besar Jepang
- Salju pertama di pesisir Laut Jepang
- Jumlah penumpang di Bandara Shizuoka dalam setahun tidak mencapai setengah dari target awal
- Festival Lentera Nagasaki menyambut musim semi