Tingkat penerimaan kerja wisudawan tahun ini terburuk dalam sejarah

 Diperkirakan dari setiap 5 orang mahasiswa yang akan wisuda pada musim semi tahun ini ada 1orang yang tidak mendapatkan pekerjaan. Calon-calon wisudawan banyak yang berharap ada 1 perusahaan saja yang mau menerima mereka. Beberapa dari mereka bahkan memilih untuk mengulang kuliah dan tetap berada di universitas sambil melanjutkan melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Pihak universitas pun menyarankan para wisudawan baru agar lebih memperluas bidang pekerjaan yang diminatinya dan melepaskan egonya untuk memilih bidang pekerjaan yang disukainya.

Pusat Informasi Lowongan Kerja Perwakilan Departemen Tenaga Kerja dan Kesehatan Jepang di Universitas Osaka (Chuo-ku, Osaka) yang memberikan banyak informasi lowongan kerja dan memberikan konsultasi penyaluran kerja bagi mahasiswa banyak dikunjungi oleh mahasiswa pada tanggal 12 Maret 2010 yang lalu. Seorang mahasiswa tingkat 4 yang menginginkan bekerja di perusahaan makanan dan minuman yang berasal dari sebuah universitas swasta di Mino, Osaka (24 tahun) mengaku datang ke tempat ini seminggu sekali sejak musim gugur tahun lalu. Ia telah mengikuti wawancara kerja untuk sekitar 40 perusahaan, namun belum mendapatkan satu perusahaan pun yang menerimanya.

Tingkat penerimaan kerja wisudawan tahun ini terburuk dalam sejarahIa merasa semakin tertinggal setelah beberapa orang teman-temannya mulai mendapatkan pekerjaan. Pusat Informasi Lowongan Kerja itu menyarankan agar lebih baik bekerja paruh waktu terlebih dahulu sampai mendapatkan pekerjaan tetap. Ia pun mulai mencari pekerjaan paruh waktu sebelum wisuda.

Seorang mahasiswi tingkat 4 dari Universitas Pariwisata Osaka (Kumatori, Osaka) (21 tahun) yang berasal dari Sakai mengatakan jika karena alasan krisis ia mendapatkan pekerjaan yang tidak disukainya, kemungkinan ia akan berhenti bekerja. Walaupun sulit mencari pekerjaan dan tidak ada jaminan mendapatkan pekerjaan yang disukainya, ia tetap akan mencari pekerjaan sesuai dengan pekerjaan yang disukainya.

Tidak adanya tanda-tanda pemulihan krisis dan kurangnya lapangan kerja membuat aktivitas pencarian kerja menjadi lebih lama. Seorang mahasiswa tingkat 4 dari sebuah universitas swasta yang tinggal di Nara (22 tahun) mengatakan telah memulai mencari kerja sejak tingkat 3 pada musim gugur tahun lalu. Setelah naik ke tingkat 4, ia telah melawar ke sekitar 50 perusahaan perdagangan di Tokyo, tetapi banyak perusahaan yang membatalkan lowongan kerjanya dan mengurangi jumlah karyawan yang diterima.

Ia sedikit demi sedikit telah menghabiskan sekitar 200 ribu yen yang ia kumpulkan dari bekerja paruh waktu hanya untuk biaya transportasi selama mencari kerja.

Seorang mahasiswa tingkat 4 dari Universitas Waseda (22 tahun) mengatakan ia terlalu menganggap mudah dalam mencari kerja. Ia telah melawar ke sekitar 20 perusahaan perdagangan besar dan perusahaan keuangan, namun semuanya gagal. Bulan Mei tahun lalu, ia memutuskan untuk mengulang kuliah satu tahun lagi.

Universitas pun turun tangan serius menyikapi penurunan penerimaan kerja saat ini. Tingkat penerimaan kerja yang biasanya mencapai lebih dari 90% di Universitas Matsuyama, diperkirakan tahun ini pun akan mengalami penurunan tingkat penerimaan kerja. Kebanyakan pelamar kerja sekitar 70% berasal dari Ehime dan perusahaan lokal lebih banyak diminati. Salah satu perusahaan lokal dalam acara briefingnya menyatakan telah menerima lamaran 3 kali lebih banyak dari tahun lalu. Mereka menyarankan agar para pencari kerja juga mencari kerja di luar Ehime.

Kepala kantor pengembangan karir Universitas Ryukoku (Fushimi, Kyoto), Hashimoto Masahiro mengatakan banyak perusahaan kecil dan menengah yang mengirimkan lowongan pekerjaan, namun kebanyakan mahasiswa lebih memilih pekerjaan yang disukainya dan tidak memilih untuk melamar di perusahaan-perusahaan tersebut. Banyak pula mahasiswa yang terlalu menganggap mudah mencari pekerjaan walaupun proses penyaluran kerja lebih sulit sejak kejatuhan Lehman pada musim gugur tahun 2008 yang lalu.

Sumber :

http://www.nikkei.co.jp/kansai/news/news008132.html

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *