Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Hal Terbaru yang Harus Diperhatikan Tentang Tata Krama di Restoran di Jepang

 


Tidak bisa dibantah, di tempat wisata mana juga, tentu terdapat saja wisatawan yang pernah beraksi bandel paling tidak sekali. Sementara itu tiap tempat memiliki peraturan tertentu yang terbuat untuk kenyamanan bersama; janganlah sampai kita tidak digemari owner tempat ataupun wisatawan lain alhasil terdesak diusir, semacam peristiwa tidak lama ini di salah satu restoran di Jepang.


Nah, bila kalian tidak mau jadi wisatawan yang beraksi serta peristiwa diusir itu menimpamu– paling utama di tempat makan di Jepang, hendaknya cermati 7 perihal mengenai aturan krama di restoran- restoran di Jepang ini.


1. Berteriak untuk Mendapatkan Perhatian Pelayan


Di Jepang, metode untuk memanggil abdi restoran tidak semacam di Indonesia dengan memanggil“ Mba” ataupun“ Abang”. Melainkan dengan melafalkan‘ sumimasen’ yang maksudnya‘ maaf, permisi’ dalam bahasa Indonesia. Serta yakinkan dikala memanggil abdi, telah sedia memesan, ya. Tidak lagi ragu ataupun masih sembari memilih- milih ingin memesan menu yang mana.


2. Air Es


Mayoritas restoran Jepang sediakan satu gelas air es free pada tamu- tamunya. Alhasil, saat sebelum kita memesan dengan cekatan pramusaji akan menyuguhkan satu gelas air es di meja. Air es ini dapat lalu diisi balik, alhasil untuk untukmu yang mau mengirit, tidak butuh memesan minuman lagi.


3. Model Plastik untuk Menu Makanan


Dikala menghadiri restoran Jepang, tantangan yang sesungguhnya merupakan membaca menunya. Menu dalam bahasa Jepang tentu akan susah dibaca untuk kita yang belum paham graf Jepang. Jika menebak- nebak, barangkali justru salah menu lagi.


Tetapi, tidak butuh takut lagi. Saat ini, banyak restoran Jepang yang sudah sediakan bentuk santapan dari plastik.


Bentuk santapan dari plastik ini melukiskan semacam apa bentuk menu serta bagian apa saja yang terdapat dalam makanan. Alhasil, para wisatawan mancanegara tidak butuh beranggapan apa makanan yang tercetak di dalam menu.


4. Mengambil Makanan dengan Sumpit


Bila sedang makan bersama sahabat atau keluarga di suatu restoran, janganlah bingung bila orang Jepang mengutip lauk dengan sumpit yang sedang mereka gunakan ya. Bayangkan saja kita mengutip lauk dengan spatula yang kita maanfaatkan untuk makan. Apakah kalian akan serius saja dengan perihal itu? Sebagian orang bisa jadi merasa sungkan dengan situasi ini, tetapi seperti itu budaya makan di Jepang.


5. Siapa yang Akan Membayar?


Ya maaf, jika di Indonesia kita tentu telah berlega hati jika dibayari sahabat ataupun keluarga. Tetapi, lain perihalnya dengan di Jepang. Sebab terdapat budaya‘ bila diberi, hingga wajib membalas’, hingga tidak tidak sering orang Jepang berebut untuk membayari makan. Umumnya, sebagian orang akan berdebat siapa yang akan melunasi supaya tidak terdapat rasa hutang budi.


6. Bersiaplah untuk Dikejar Saat Memberikan Uang Tip


Warga Jepang tidak memahami kerutinan membagikan duit bayaran. Lucunya, bila kita membagikan duit bayaran dengan metode dirahasiakan di dasar piring ataupun ditaruh di meja, pramusaji akan mengejar serta mengembalikannya.


Sebabnya, bila mereka memperoleh biaya lebih, hingga mereka juga merasa dituntut untuk bertugas lebih lagi. Ada opini kalau kita belum puas dengan pelayanannya. Hebat bukan?!


7. Antrean Panjang yang Mengular serta Pelayanan yang Cepat


Bagus itu restoran yang istimewa, baru dibuka, atau memiliki banyak promo, tentu mempunyai antrean jauh yang mengular. Untunglah, para pramusaji mempunyai jasa yang bagus serta cekatan. Sebab jasa yang kilat inilah, kita tidak butuh terkejut piring kosong kita akan cepat- cepat dibereskan. Bukan arti untuk mengusir, namun inilah karakteristik khas jasa restoran Jepang.