Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukan Hanya Selamat Makan, Inilah Makna Terbaru Itadakimasu yang Sesungguhnya

 


Untuk penggemar hal- hal mengenai Jepang, tentu pernah mendengar‘ itadakimasu’, terlebih di dalam anime- anime. Kerap kali itadakimasu ini diterjemahkan‘ selamat makan’ sebab memanglah diucapkan saat sebelum makan. Tetapi, mengerti kah kalian kalau itadakimasu memiliki arti yang lebih mendalam dari semata- mata arti selamat makan?


Makna


itadaku ialah bahasa yang amat santun dari tutur menyambut. Dengan cara tradisional, itadakimasu dipakai untuk menyambut suatu dari seorang yang lebih besar dari kita, diamati dari perannya. Alhasil, arti harfiahnya dengan cara santun merupakan aku dengan kecil batin menyambut.


Kebanyakan masyarakat Jepang menganut anutan Buddha. Itadakimasu terpaut dengan prinsip- prinsip Buddhisme untuk meluhurkan seluruh insan hidup. Itadakimasu dimaksudkan untuk melafalkan dapat kasih pada binatang serta belukar yang memberikan hidup mereka untuk dikonsumsi. Ini pula dimaksudkan untuk akseptabel kasih pada seluruh orang yang berfungsi dalam bawa santapan ke meja, tercantum nelayan, orang tani serta chef.


Sejarah


Pemakaian itadakimasu diyakini mulai terkenal kala Perang Dunia II, yang kerap dipakai oleh media- media massa. Apalagi dapat dibilang amat terkenal di budaya modern Jepang.


Banyak keluarga yang mengucapkannya saat sebelum makan, serta bertambah hari kian terkenal sampai diperoleh di semua Jepang. Terlebih sehabis kebangkrutan yang disebabkan oleh perang yang menimbulkan kelangkaan santapan pada pertengahan 1940- an, mengucapkannya jadi berarti rasa terima kasih untuk mereka.


Penggunaan


Itadakimasu biasanya dibilang pas saat sebelum makan. Tetapi saat sebelum itu kita wajib bertampar tangan kecil( gassho) serta menundukkan kepala sedikit kala mengucapkannya, kemudian sehabis itu kita bisa mulai memakan makanannya.


Butuh dikenal, akhir- akhir ini tidak seluruh orang Jepang melafalkan itadakimasu sebab sebagian orang merasa terdapat sangat banyak akibat religius di baliknya.


Kemudian, gimana dengan kita sebagai pendatang? Haruskah melaksanakan tradisi ini?


Sebagai turis yang menghormati budaya negeri yang kita datangi, hendaknya kita pula turut ikut serta dalam melestarikan tradisi ini. Lagipula, tidak susah untuk dicoba, kan?


Butuh diketahui pula kalau tradisi di Jepang menganggap boros bila kita tidak menghabiskan serta menyisakan santapan kita. Perihal ini terpaut dengan filosofi Buddha ialah seluruh kehidupan merupakan bersih sebab binatang serta belukar dengan ikhlas melepaskan hidupnya untuk jadi hidangan kita ataupun dalam tradisi Indonesia lazim disebut“ mubazir”. Untuk itu, upayakan janganlah sampai menyisakan makananmu ya, melainkan kalian telah benar- benar tidak sanggup menghabiskannya! 


Posting Komentar untuk "Bukan Hanya Selamat Makan, Inilah Makna Terbaru Itadakimasu yang Sesungguhnya"