Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daikanyama: Destinasi untuk Bersantai di Tengah Hiruk Pikuk Shibuya

 


Dinamai Brooklyn- nya Tokyo, Daikanyama ialah destinasi akhir minggu yang terkenal di golongan masyarakat lokal. Atmosfernya yang bebas, jalur- jalur spesial pejalan kaki yang tepiannya ditumbuhi pepohonan reda, serta tempat- tempat makannya yang modern menjadikannya oasis pinggiran kota yang jaraknya cuma 20 menit dengan jalan kaki dari belokan tersibuk di dunia, Shibuya Crossing.


Daikanyama T- Site


Daikanyama T- Site bisa jadi merupakan andalan kuncinya, karena selain bermuatan gerai- gerai kategori atas, galeri seni, kafe- kafe, gerai kamera, serta yang lain, arsitektur bangunannya yang sedemikian itu modern jadi simbol yang melukiskan karakter Daikanyama itu sendiri. Tsutaya, gerai novel dan persewaan CD/ DVD yang amat populer di Jepang, jadi jantung dari T- Site( T itu sendiri mengutip julukan dari Tsutaya).


Didesain oleh Perusahaan Arsitektur Klein Dytham, Daikanyama T- Site disebut- sebut sebagai salah satu gerai novel sangat bagus di dunia. Aturan posisi gedung, yang dihubungkan oleh" Magazine Street" yang populer, membuat wisatawan gampang buat jalan dari satu ujung tempat ini ke ujung yang lain, sambil menikmati keelokan konsep serta arsitekturnya.


Pada dasarnya, gerai novel ini memanglah didesain buat membagikan pengalaman berlainan untuk masing- masing wisatawan. Di gerai novel banget juga, kita pula bisa bersantai, mencermati nada, apalagi mencari kuliner Jepang, sampai waktu akan terasa berjalan sedemikian itu cepat.


Nikmati kehebohan yang luar lazim berlainan, berbelanja novel juga dapat terbuat asik. Ditambah dengan jasa jempolan dari para garis depan Daikanyama T- Site.


Daikanyama Hillside Terrace


Pembangunannya yang berjalan dari tahun 1967 sampai 1992 menginginkan beberapa langkah di bawah arsitek Fumihiko Caci. Tempat ini membagikan atmosfer yang luar lazim dengan bermacam demonstrasi baru. Tempat ini merupakan lokasi yang baik buat didatangi buat melihat buatan seni dari artis lokal.


Berbelanja di butik- butik desainer


Daikanyama memanglah tidak sedemikian itu besar, tetapi kekuasaan butik- butik pendesain di sini lumayan nampak di tiap ujung area. Beberapa apalagi mencampurkan tempat berbelanja dengan galeri seni, seperti yang dicoba oleh Lift Etage. Selain butik- butik, tempat opsi berbelanja lain yang namanya lebih umum terdengar pula dapat ditemui di sini—meski pasti saja, tidak sekomersil yang ada di Shibuya ataupun Shinjuku.


Makan bersih serta tenang


Jika tidak lagi mau makan, nyata kedai- kedai kopi yang aroma bijinya terhirup sampai ke jalanan dapat jadi alternatif nangkring di Daikanyama. Serta nyata pula, jumlahnya ada banyak. Mulai dari yang besar sampai kecil, yang dalam ruang sampai kedai kopi open- air. Tetapi selain itu, warung es krim pula jadi salah satu harapan Daikanyama buat memanjakan pengunjungnya yang lagi singgah ke sana.


Cara ke sana


Area Daikanyama dilayani oleh Stasiun Daikanyama yang berada di rute Metro Toyoko Line. Opsi yang lain merupakan naik kereta ke Stasiun Ebisu( JR Yamanote Line, Saikyo Line, Shonan- Shinjuku Line, ataupun Metro Hibiya Line) serta lanjut jalan kaki selama 10 menit mengarah pusat Daikanyama.


Posting Komentar untuk "Daikanyama: Destinasi untuk Bersantai di Tengah Hiruk Pikuk Shibuya"