Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hal-hal Unik Terbaru Tentang Natal di Jepang

 


Di Jepang, makan- makan di restoran cepat hidangan KFC dikala Natal merupakan perihal yang istimewa. Loh, kenapa?


Jika kalian belum ketahui mengenai perihal itu, coba amati uraiannya di bawah ini bersama keadaan unik yang lain mengenai Natal di Jepang.


Santa Claus lebih dikenal


Pemeluk Kristiani di Jepang terhitung lumayan minoritas( cuma sekitar 1% dari keseluruhan populasi), namun malah nyaris seluruh orang memperingati Natal. Sebabnya karena keramaian Natal nampak amat menarik serta event yang amat menarik untuk para pelakon upaya.


Wujud penting buat keramaian Natal di Jepang tidaklah Sang Juru Selamat melainkan Santa Claus. Santa Claus ditafsirkan sebagai wujud laki- laki berumur berkumis putih yang mengenakan busana serba merah serta akan membagikan hadiah untuk kanak- kanak yang bertingkah laku bagus sepanjang tahun.


Makan kue Natal


Natal di Jepang amat identik dengan kue Natal. Perihal ini sudah jadi adat- istiadat serta kerutinan orang Jepang. Oleh karena itu, momen Natal jadi peluang untuk pedagang kue buat memperoleh profit berkeluk dobel. Wujud kue natal yang dijual juga bermacam- macam, seperti Santa Claus, rusa, serta bermacam wujud yang lain.


Tetap kerja di hari Natal


Bila di Indonesia tanggal 25 merupakan tanggal merah, perihal ini berlainan dengan di Jepang karena para pekerja tetap wajib masuk ke kantor. Perihal ini membuat Natal lebih banyak digandrungi oleh anak belia yang masih di kursi sekolah karena mereka mempunyai lebih banyak waktu senggang. Orang dewasa akan lebih memilah fokus pada tahun baru yang bersebelahan dengan hari Natal.


Bukan buat kalian yang jomblo


Masih berkaitan dengan nilai tadinya mengenai Natal yang lebih banyak digandrungi oleh anak belia. Natal mempunyai nuanasa yang romantis alhasil momen ini dijadikan peluang untuk para anak belia buat berangkat berkencan bersama dengan pendampingnya. Berlainan dengan negeri lain yang menghasilkan Natal sebagai waktu buat terkumpul dengan keluarga.


Makan di restoran KFC


Selain kue, makan ayam di restoran KFC pula jadi kerutinan masyarakat Jepang dikala Natal. Bagi juru ucapan KFC Jepang Motoichi Nakatani, adat- istiadat ini diawali dari Takeshi Okawara, administrator awal KFC di negeri ini. Sedetik setelah restoran ini dibuka pada 1970, Okawara bangun di tengah malam serta menorehkan ilham yang tiba lewat mimpi: suatu" ember pesta" buat dijual dikala Natal.


Okawara mendambakan ilham itu setelah mengikuti sejodoh masyarakat asing di tokonya berbicara mengenai gimana mereka merindukan makan kalkun di dikala Natal. Okawara berambisi kober malam ayam goreng dikala Natal bisa jadi pengganti yang bagus, serta setelah itu ia mulai menjual" ember pesta" sebagai cara buat memperingati liburan.


Pada 1974, KFC melaksanakan konsep penjualan nasional, dengan menyebutnya Kurisumasu ni wa Kentakkii, ataupun Kentucky buat Natal. Promosi industri buat santapan Natal melukiskan keluarga Jepang yang senang terkumpul mengitari ember ayam goreng.


Semenjak dikala seperti itu" ember pesta" dengan cepat jadi fenomena nasional serta sukses pengaruhi masyarakat Jepang kalau memperingati Natal dengan keluarga di KFC merupakan perihal yang istimewa. 


Posting Komentar untuk "Hal-hal Unik Terbaru Tentang Natal di Jepang"