Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Legenda Romantis-Menyedihkan di Balik Festival Tanabata Terbaru

 


Memasuki musim panas di Jepang banyak wisatawan serta turis yang sengaja mendatangi negeri sakura ini sebab beraneka ragam festival yang diadakan selama musim panas. Festival yang diadakan bisa membuat kita lebih memahami budaya Jepang. Tidak hanya itu, dalam festival dapat mendapati bermacam berbagai pernak pernik unik, wisata kuliner, melihat festival kembang api atau mencoba bermacam berbagai kimono.


Dari demikian banyak festival yang diselenggarakan pada musim panas, salah satu yang sangat kerap di dengar oleh mayoritas orang merupakan Festival Tanabata ataupun yang sering diucap Festival Bintang.


Apa sih festival Tanabata itu?


Awal mulanya, festival Tanabata ini didapat dari legenda" festival bintang" yang berawal dari negeri Cina, ialah dari Festival Qixi. Festival Tanabata terlahir dari suatu legenda romantis serta konon informasinya dapat mengabulkan impian.


Tanabata dirayakan di Jepang semenjak tahun 755 serta diteruskan dengan cara bebuyutan cocok dengan almanak Jepang. Umunya festival ini diadakan tiap bertepatan pada 7 Juli tiap tahun nya. Tanabata awal kali dipublikasikan oleh Permaisuri Koken, raja Jepang ke- 46. Orang Negeri Sakura juga menyukainya serta semenjak dikala seperti itu Festival Bintang dirayakan.


Festival ini berasal dari legenda romanits mengenai wanita penenun, Orihime serta sang penggembala, Hikoboshi.


Orihime merupakan Putri Tenun yang sangat pakar menenun di sejauh Bengawan Amanogawa ataupun Bimasakti. Bapaknya, Raja Langit Tentei, amat senang dengan pakaian yang ditenun putrinya. Sayangnya, sebab sangat padat jadwal menenun, Orihime tidak sempat memiliki peluang buat jatuh cinta serta senantiasa kesepian. Perihal inilah yang mendesak si papa buat mempertemukan Orihime dengan Hikoboshi sang penggembala lembu yang bertugas di sisi lain Bimasakti. Keduanya juga lalu jatuh cinta serta menikah.


Sayangnya, semenjak keduanya menikah serta bergembira, Orihime melalaikan tenunannya serta Hikoboshi membiarkan sapi- sapinya berkeliaran leluasa di semua indraloka.


Raja Langit juga marah melihat keduanya melalaikan kewajibannya. Akhirnya, beliau merelaikan pendamping itu serta mencegah keduanya berjumpa. Orihime di salah satu sisi indraloka, sedangkan suaminya terletak di melintas. Merasa patah hati, beliau berharap pada bapaknya supaya diizinkan berjumpa Hikoboshi.


Dengan berat hati, si raja memperbolehkan keduanya berjumpa pada hari ke- 7 bulan ke- 7. Sayangnya, tidak terdapat jembatan yang menghubungkannya dengan melintas bengawan indraloka.


Orihime juga meratap sejadi- jadinya sampai terdengar oleh segerombol kukila gagak. Mereka juga membuat jembatan dengan kapak mereka supaya pendamping pacar itu dapat berjumpa. Burung- burung itu juga berikrar hendak tiba tiap hari ke- 7 di bulan ke- 7 supaya Orihime serta Hikoboshi dapat berjumpa. Seperti itu kenapa mayoritas Festival Tanabata diadakan pada 7 Juli.


Dalam astronomi, Orihime sendiri merepresentasikan rasi bintang Vega sedangkan Hikoboshi merupakan rasi bintang Altair. Sedangkan, festival Tanabata sendiri dengan cara literal bisa dimaksud selaku festival bintang.


Di Jepang, festival Tanabata yang men catat pertemuan Orihime serta Hikoboshi ini dirayakan dengan cara hidup. Umumnya, masyarakat Jepang hendak menulis permohonan mereka serta menggantungkannya pada riasan bambu. Mengapa bambu, alasannya beberapa yakin tumbuhan bambu dapat berkembang menjulang besar sampai bocor ke langit.


Selama Festival diadakan, banyak banget riasan warna warni yang dipasang di sisi jalan, orang orang berjalan dengan bungkusan yukata yang menawan dan banyak warung dengan cemilan- cemilan enak.


Terpikat untuk mendatanginya? Ayo masukan ini kedalam list perjalananmu sehabis pandemic yaa! 


Posting Komentar untuk "Legenda Romantis-Menyedihkan di Balik Festival Tanabata Terbaru"