Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Naik Taksi di Jepang, Ini Cara Terbarunya?

 


Ketika kamu liburan ke Jepang, transportasi yang dianjurkan kebanyakan orang yaitu kereta bawah tanah( Shinkansen) serta bis, bukan? Ya, memanglah benar sebab sangat efisien serta bisa membawamu keliling kota dengan cepat, gampang serta ekonomis. Namun, bagaimana bila kamu liburan bersama keluarga dengan bawaan tas yang banyak? Bagaimana bila kalian sedang terburu- buru serta harus berangkat dari A ke B? Lalu ketika akan naik kereta, kereta itu tidak memiliki arah langsung kesana ataupun kereta itu sedang tidak beroperasi?


Nah, jalan keluarnya yaitu dengan naik taksi. Tetapi, banyak sekali informasi bila naik taksi di Jepang mahal sekali. Informasi itu memanglah benar, namun mengapa tidak? Sebab dengan naik taksi, seluruhnya jadi gampang serta kamu akan merasakan kenyamanan serta keramahan ketika naik taksi. Dalam artikel ini, kita akan mangulas panduan naik taksi di Jepang.


1. Cara Memanggil Taksi


Di Jepang, taksi bisa ditemui di stasiun, dekat penginapan ataupun department store. Kamu pula bisa memanggil taksi di area khusus buat menjemput penumpang serta telah ada taksi yang menunggu berbaris, kamu harus naik taksi di urutan pertama.


Tidak cuma itu, kamu pula bisa menghentikan taksi dengan berdiri di tepi jalan serta mengangkat tangan tinggi- tinggi.


Lalu, bagaimana mengetahui taksi itu kosong ataupun berpenumpang? Lampu yang menyala di atas atapnya menunjukkan taksi itu kosong, sebaliknya bila lampu mati taksi itu berarti sedang bawa penumpang.


2. Masuk ke dalam taksi


Ketika taksi telah sampai, pintu belakang akan membuka serta menutup dengan cara otomatis oleh kontrol pengemudi. Jadi, kamu tidak perlu membukanya sendiri, sebab bisa jadi kamu bisa terluka oleh gerakan pintu taksi saat terbuka. Lalu, bila kamu bawa koper, supir taksi akan menawarkan diri buat membuka bagasi serta memasukkan kopermu ke dalam. Oh iya, pengemudi taksi di Jepang sangat rapi, mereka menggunakan sarung tangan putih serta mengenakan blazer loh.


Nah, saat sebelum mengawali perjalanan, betapa bagusnya kalian memberitahu pengemudi taksi mengenai pembayaran dengan kartu kredit. Sebab sebagian taksi tidak menerima pembayaran menggunakan kartu kredit serta menerima pembayaran menggunakan cash.


Berikutnya, beritahu tujuan kemana kamu mau berangkat. Bila kamu tidak bisa bahasa Jepang, cukup beritahu nama tempat tujuan, ataupun tunjukkan peta dan alamatnya pada pengemudi.


3. Cara Membagi Tarif Taksi


Buat tarif perjalanan, bisa kamu amati di argometer yang ada di bagian depan mobil. Tarif dasar taksi di Jepang, merupakan 420 yen, serta tiap 233 m bertambah 80 yen. Tidak hanya itu, bila situasi lalu lintas macet, serta diam argo taksi senantiasa berjalan, yaitu 1 menit 20 detik, bertambah 80 yen.


Oh iya, ada pula bayaran tambahan yang bisa jadi harus dibayar, tarif 2 kali lipat akan berlaku bila kamu naik taksi saat larut malam sampai dini hari, yaitu pada jam 22: 00– 05: 00.


4. Membayar Tarif serta Turun dari Taksi


Sehabis sampai di tujuan, pengemudi taksi akan memberitahu berapa tarif yang harus dibayar. Kalian bisa beri uang dengan uang tunai ataupun dengan kartu kredit, seperti yang telah dipaparkan tadinya. Uang tunai ataupun kartu kredit ini kamu taruh ke nampan kecil, lalu menunggu kembalian serta tanda terimanya. Sehabis turun, janganlah lupa mengucapkan“ arigatou” pada pengemudi ya. Oh iya, yakinkan pula kalau beberapa barang kamu tidak tertinggal di taksi, terutama yang menyimpan barang di bagasi.


Nah, seperti itu sebagian panduan cara naik taksi di Jepang, terutama untuk kamu yang belum sempat melakukannya. Namun, baiknya memilih transportasi yang nyaman, aman serta sesuai budget kamu ya. Mudah- mudahan artikel ini berguna


Posting Komentar untuk "Naik Taksi di Jepang, Ini Cara Terbarunya?"