Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Spot Tebaru untuk Relaksasi di Okayama: Taman Korakuen

 


Taman- taman di Jepang mempunyai karakteristik khas tertentu. Tidak tahu apa, tetapi karakteristik khas inilah yang membuat kita mengidentifikasi kalau itu merupakan taman khas Jepang kala melihatnya.


Korakuen yang terdapat di Okayama merupakan salah satu taman khas Jepang itu. Tidak hanya karakteristik khasnya yang jadi daya tarik, taman ini pula memiliki panorama alam yang amat bagus sampai dikira salah satu dari 3 taman sangat cantik di Jepang, bersama Kairakuen di Mito serta Kenrokuen di Kanazawa.


Memanglah layak diberi titel itu, seluruh yang terdapat di taman ini ditata dengan amat bagus sampai sanggup menghipnotis wisatawan.


Taman yang berlatar balik Kastil Okayama itu ialah aset sejarah yang mulai dibentuk pada 1687. Taman itu dibentuk atas perintah Ikeda Tsunemasa, penguasa wilayah Okayama. Memerlukan waktu 13 tahun untuk menyelesaikan pembangunan taman.


Kala itu, Karakuen dipakai untuk menghibur tamu- tamu istimewa. Pada hari khusus, warga biasa diizinkan mendatangi taman.


Pada 1884, Taman Korakuen diserahkan pada Penguasa Okayama yang setelah itu dibuka untuk biasa. Tetapi, taman itu luang cacat dampak banjir pada 1934 serta terserang bom oleh angkatan kawan dikala Perang Dunia II tahun 1945. Kala itu, Kastil Okayama yang posisinya berhadapan taman juga turut dibakar.


Taman itu setelah itu direstorasi dengan merujuk pada konsep asli Ikeda Tsunemasa.


Di dalam taman seluas 13 hektare itu terdapat sebagian rumah tradisonal Jepang bermacam dimensi dengan asbes jerami. Beberapa gedung itu digunakan untuk menikmati teh yang bisa disewa wisatawan.


Salah satu rumah yang dikenal Renchi- ken, ialah tempat kesukaan untuk Ikeda Tsunamasa untuk bersantai menikmati teh. Di depan rumah itu ada gerakan bengawan kecil.


Ikeda Tsunemasa, yang bermukim di Kastil Okayama umumnya tiba ke taman untuk menikmati makan pagi.


Satu perihal daya tarik dari taman ini merupakan tumbuhan sakura. Pada musim semi, paling utama kala liburan, Taman Korakuen umumnya diserbu wisatawan. Taman disulap jadi area aktivitas hanami. Mereka terkumpul sembari mengadakan karpet untuk menikmati bunga sakura tumbuh. Tidak hanya sakura, terdapat pula jenis tumbuhan yang lain di antara lain kersen, mapel serta prem. Pada 3 musim yang lain di Jepang, ialah musim panas, gugur serta dingin, pohon- pohon di Karakuen akan menampakkan keelokan yang berlainan.


Tidak cuma bermacam jenis tumbuhan dengan daun beraneka warna, wisatawan dapat menikmati lanskap situ. Terdapat 3 situ yang di atasnya melintas jembatan. Salah satu danaunya berdimensi besar. Di tengah situ itu terbuat 3 darat kecil.


Ikannya banyak, salah satunya jenis koi bermacam warna, berenang leluasa di air situ yang bening. Wisatawan dapat berikan makan ikan di tepi situ. Kala terdapat wisatawan yang berikan makan, puluhan ikan akan terkumpul mendekati. Pakan yang dilempar ke air akan langsung disambar ikan. Tidak cuma ikan yang berebut pakan. Kukila cewek pula turut nimbrung. Burung- burung yang hidup di Taman Karakuen itu relatif jinak. Mereka akan memakan santapan langsung dari tangan wisatawan.


Terdapat pula kukila bangau berdimensi besar yang dipelihara di dalam kandang. Untuk warga Jepang, kukila bercorak putih serta gelap itu ialah ikon keberuntungan. Menyongsong tahun baru, burung- burung bangau akan didiamkan berkeliaran di dalam taman. Bila mau mengambil gambar bangau dilarang memakai lampu cepat sebab mengusik kukila.


Sehabis letih berkelana taman serta berswafoto, wisatawan dapat istirahat di salah satu gedung yang di dalamnya dilintasi gerakan air. Bersandar sembari melihat gerakan air yang bening membuat benak jadi hening.


Keelokan taman itu tidak cuma digunakan untuk meredakan diri. Banyak pendamping yang mau menikah melaksanakan foto prewedding di area taman. Umumnya, mereka menggunakan busana tradisional Jepang.